Gendut makan terus. Hawa sejuk menerpa waktu kami memasuki Gedung Lawang sewu dalam Jum’at siang. Sistem pendingin ruangan pada Lawang Sewu nir menggunakan Air Conditioner (AC). Tapi system pendingin ruangan pada Lawang Sewu telah rancang apik semenjak awal pembuatannya. Gedung yg masih kokoh berdiri ini mempunyai Ruang pada bawah tanah sedalam lima meter, menjadi penampung air buat memenuhi kebutuhan air pada setiap ruangan sekaligus buat mendinginkan setiap ruangan pada bangunan tiga lantai ini.Sejak masuknya Jepang ke Indonesia dalam 1 Maret 1942, & Pemerintah Kolonial Belanda menyerah tanpa syarat. Jepang lalu menduduki Gedung yg dalam awalnya merupakan Kantor menurut Nederlandsch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS), perusahaan Kereta Api partikelir Hindia Belanda.
Kemudian Gedung ini pada keliru fungsikan sang tentara Jepang buat membantai warga Indonesia. Ruang bawah tanah yg terbagi pada sekat sekat yg didalam tiap ruang masih ada 16 bak penampung air permanen, lalu dijadikan menjadi penjara duduk. Bak ukuran kurang lebih 1,5mX1,5m menggunakan tinggi kurang lebih 65cm ini diisi 6 orang yg lalu atasnya ditutup menggunakan kerangka besi, tanpa diberi makan. Sehingga para tahanan tewas kelaparan atau terendam air waktu ruang bawah tanah ini terisi penuh sang air.
Jepang pula menambahkan ruang ukuran kurang lebih 1mX1m pada tepian lorong yg difungsikan menjadi penjara berdiri. Para tahanan yg mangkat lalu pada buang kesungai melalui pintu Rahasia pada Ruang Bawah Tanah ini. Kemudian tahanan yg masih hayati pada bawa ke ruang spesifik yg pula masih berada pada bawah tanah ini. Disana lalu mereka pada penggal & mayatnya dimasukkan ke bak penampung air pada lorong yg lain, lalu ruang tadi ditutup kedap-kedap menggunakan semen.
Ketika Petualang ACI mencoba buat mengabadikan ruang pemenggalan ini, kamera yg pada gunakan nir mau bekerja, terasa aneh memang. “kenapa mas? nir mampu ya?. Jangan dipaksa jika nir mampu. Kadang emang terdapat yg mampu terdapat yg nir” Ujar Mbah Jarot, Juru kunci Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu yg mendampingi kami berkeliling Lorong-lorong bawah tanah Lawang Sewu.
Comments
Post a Comment