The Dunning-Kruger Effect

 Alasan Kenapa Orang GOBLOK Merasa Dirinya Paling Pintar 


Kita semua pasti pernah, waktu nongkrong dan ngobrol dengan teman-teman dan membahas sesuatu, pasti ada satu orang yang sangat pede dengan apa yang dikatakannya, dia merasa mengetahui banyak hal. Tapi, ketika kita coba searching di Google, ternyata semua yang dikatakannya tidak ada yang benar.

Tapi, yang membuat aneh disini, orang ini keliatan tidak tahu soal hal itu. Semua orang juga tidak tahu jadi orang-orang percaya karena yang bicara itu terlihat yakin dengan apa yang dikatakannya. Dia sangat percaya diri, sampai kita mulai mempertanyakan, apa dia tahu yang dia katakan itu tidak ada yang benar? 



Dunning-Kruger Effect adalah bias kognitif ketika seseorang yang tidak memiliki pengetahuan atau kemampuan mengalami superioritas ilusif, artinya ia merasa kemampuannya lebih hebat daripada orang lain pada umumnya.

Dunning-Kruger Effect adalah bias kognitif ketika seseorang yang tidak memiliki pengetahuan atau kemampuan mengalami superioritas ilusif, artinya ia merasa kemampuannya lebih hebat daripada orang lain pada umumnya.
Atau kamu sering melihat netizen di kolom komentar yang yang sudah jelas-jelas salah tapi tetap merasa kalau dia benar? Wah, bisa jadi orang-orang seperti itu mengalami Dunning-Kruger Effect. 

Apa Itu Dunning-Kruger Effect?

Dunning-Kruger Effect? Apa ya itu? Jadi Dunning-Kruger Effect adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif di mana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami Dunning-Kruger Effect akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri.
Salah satu penyebab terbesar dari Dunning-Kruger Effect adalah ego. Tentu, setiap orang tidak ingin berpikir bahwa ia adalah orang yang tidak memiliki kemampuan. Hal ini membuat orang meningkatkan penilaian terhadap dirinya dan mengabaikan (ignorance) kelemahan diri.

Sering melihat netizen di kolom komen yang sudah jelas salah tapi ngotot kalau dia benar? Wah, bisa jadi orang seperti itu mengalami Dunning-Kruger Effect.
Pernah nggak kamu nonton acara bakat menyanyi lalu ada peserta yang saat menyanyi ternyata suaranya sumbang banget tapi tetap percaya diri untuk terus bernyanyi? Lalu, saat ditanya dia bilang cita-citanya memang ingin jadi Penyanyi Internasional. 

Pencetus Teori Dunning-Kruger Effect

Teori Dunning-Kruger Effect dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya akan tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya akan tidak terlihat.

Ciri-ciri Dunning-Kruger Effect

Apakah semua orang yang selalu merasa benar mengalami Dunning-Kruger Effect? Nah, menurut David dan Justin orang yang mengalami Dunning-Kruger Effect biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Cenderung berlebihan menilai tingkat keahliannya|
Tidak mampu mengenali keahlian diri orang lain
Tidak mampu mengenali aspek buruk dari ketidakcakapannya
Tidak mampu mengenali dan mengakui kekurangan dari diri sendiri

 



Comments