5 Restoran Klasik Zaman Belanda yang masih eksis hingga sekarang

 Gendut makan terus  - Berdiri sejak era kolonial Belanda, banyak restoran klasik dan legendaris di Indonesia yang masih bertahan sampai sekarang. Tentunya dengan menu makanan yang tak pernah berubah.

Mirip seperti konsep warung kopi legendaris di Indonesia yang bertahan sejak puluhan tahun lalu. Restoran-restoran klasik dan legendaris ini, tak lekang oleh waktu meski harus bersaing dengan restoran modern yang menyajikan makanan kekinian.

Kebanyakan restoran ini berusia di atas 70 tahun, bahkan ada yang nyaris mencapai usia 100 tahun. Seperti restoran Sumber Hidangan di Bandung yang buka sejak tahun 1929, kemudian ada juga restoran Toko Oen yang eksis sejak tahun 1936.

1. Toko Oen

Pertama kali dibuka pada tahun 1936. Toko Oen dulunya punya empat cabang yang ada di Jakarta, Jogja, Malang dan Semarang. Kini yang tersisa hanya di Semarang dan Malang. Meski yang di Malang, disebut tidak berkaitan dengan cabang mereka di Semarang.

Walau kejayaan Toko Oen hanya tersisa di Semarang, tapi Keluarga Oen berhasil melebarkan sayap mereka ke Belanda. Untuk masalah hidangan, Toko Oen terkenal dengan menu es krim yang masih mempertahankan resep milik Nyonya Oen.
Menu yang paling favorit ada tutti frutti, peach melba, banana split, domino dan sonny boy. Kemudian bagi yang suka es krim dengan rasa klasik, Toko Oen juga punya menu es krim strawberry, cokelat, hingga moka.
Sementara untuk menu makanannya, ada makanan khas Indonesia dan Eropa. Seperti bistik sapi, bistik Hamburg, nasi goreng spesial, hingga pilihan hidangan khas Italia, dari spaghetti Panna E Funghi, hingga Scalopine de Pollo Al Limone.

Baca juga : Sejarah Toko Oen 

2. Sumber Hidangan
Penasaran dengan rasa roti klasik di Bandung? Di Sumber Hidangan, pengunjung bisa merasakan berbagai macam sajian roti. Toko kue yang berdiri sejak 1929 ini menjual berbagai macam varian roti klasik dari mulai croissant, bitterballen, chocolates rotsjes, roti tawar dan berbagai menu roti lainnya.

Dulu dikenal dengan nama Het Snoephuis yang artinya Rumah Jajan. Selama 91 tahun ini, Sumber Hidangan tidak pernah berpindah lokasi, tetap di Jalan Braga no. 20-22 Kota Bandung.

Jika makan di tempat, pengunjung bisa melihat nuansa kolonial Belanda. Bangunanya berlangit-langit tinggi, ukuran jendela yang besar, etalase, radio, mesin kasir, timbangan jadul sekaligus dengan perabotan lainnya. Sering menjadi tempat bernostalgia wisatawan asing dan lokal.

3. Braga Permai

Tak Jauh dari Sumber Hidangan, ada restoran Braga Permai yang berdiri di bangunan bersejarah dan sudah menjadi cagar budaya.
Braga permai berlokasi sama-sama di Jalan Braga nomor 58. Berdiri sejak 1918, kelezatan makanan di tempat ini tak lekang oleh zaman. Zaman dahulu, Braga Permai bernama Maison Bogerijen.


Selain disukai wisatawan lokal, tempat ini jadi restoran favorit turis yang datang ke Kota Bandung. Meskipun begitu, wisatawan tetap akan menemukan makanan otentik seperti es krim dengan enam varian rasa, pastry dan juga kue-kue khas Belanda seperti speculaas almond, booterstaf, ontbijtkoek, dan lain-lain.

4. Bakmi Tropic

Tak hanya di luar kota, banyak restoran jadul dan legendaris yang bertahan di gemerlap dan modernnya perkembangan restoran di Jakarta. Salah satunya Bakmi Tropik atau Bakmi Tropic yang berada persis di dalam area Pasar Baru.

Restoran yang menyajikan aneka makanan klasik seperti bakmi sampai es krim homemade ini, sudah eksis sejak tahun 1950-an dan masih bisa dijumpai hingga sekarang. Tak berlebihan rasanya kalau menyebutnya sebagai salah satu ikon kuliner legendaris di Jakarta.

Menunya cukup bervarian mulai menu Indonesia hingga makanan peranakan China. Ada mie yamin, soto ayam, sate ayam, lumpia, lontong cap go meh, fuyunghai, es krim dan lain sebagainya.


5. Restoran Tip Top
Di Medan ada restoran khas Eropa yang sudah berdiri sejak 1934. Selama 86 tahun berdiri restoran ini tak pernah kehilangan pelanggannya dari berbagai generasi. Sebenarnya cikal bakal Tip Top sudah ada sejak tahun 1929. Saat itu namanya masih restoran 'Jangkie' yang diambil dari nama pemiliknya. Restoran ini berada di jalan Pandu. Sebelum pindah ke lokasi sekarang dan berganti nama menjadi Tip Top.


Dulu restoran Tip Top jadi tempat berkumpulnya orang-orang Belanda di Medan. Mulai dari sarapan, makan siang, sampai acara makan dan minum orang Belanda diadakan di sana.

Hingga saat ini orang-orang masih bisa merasakan kelezatan hidangan khas Eropa tempo dulu di Tip Top. Salah satu menu andalannya ada Bistik Lidah Lembu yang mirip seperti selat Solo. Tak ketinggalan Tip Top juga paling terkenal dengan racikan es krim home madenya yang tak pernah berubah dari dulu. Seperti Peach Melba, Tutty Frutti, sampai Mexicaner.

sumber : detik food




Comments